Category Archives: pahlawan

JADWAL RANGKAIAN KEGIATAN PERINGATAN HARI PAHLAWAN 2016

JADWAL 1

JADWAL 2

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016

Peringatan Hari Pahlawan merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahun, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Peringatan Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang yang telah mengabdikan hidupnya demi tetap utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apa yang telah diperjuangkan para pahlawan dan pejuang untuk membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia kiranya dapat menggugah bangsa Indonesia untuk bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu negeri hingga kita dapat berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia dan tidak dipandang sebelah mata.

 

Sehubungan dengan hal tersebut sangatlah tepat apabila Hari Pahlawan tahun 2016 mengambil tema:

“Satukan Langkah Untuk Negeri”

LOGO HARWAN 2016

 

 

 

 

 

 

dan hastag:

#YukJadiPahlawan

 

Hal ini setidaknya mengingatkan pada kita semua untuk bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi maupun golongan yang akhir-akhir ini nampaknya sering terjadi bahkan sampai menimbulkan konflik.

Melalui peringatan Hari Pahlawan tahun ini diharapkan dapat menggerakkan segenap elemen bangsa untuk dapat berpartisipasi membangun negeri sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

 

 

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

PRESIDEN MENETAPKAN LIMA PAHLAWAN NASIONAL PADA TAHUN 2015

IMG_5037

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada tahun 2015 Indonesia memiliki tambahan 5 (lima) Pahlawan Nasional, sehingga sampai dengan tahun 2015 jumlah Pahlawan Nasional menjadi 168 (seratus enam puluh delapan) orang. Kelima Pahlawan Nasional yang baru itu adalah:

  1. Mas Isman dari Provinsi Jawa Timur
  2. I Gusti Ngurah Made Agung dari Provinsi Bali
  3. Komjen Pol. DR. M. Jasin dari Provinsi Jawa Timur
  4. Bernard Wilhelm Lapian dari Provinsi Sulawesi Utara
  5. Ki Bagus Hadikusumo dari Provinsi Yogyakarta

Riwayat perjuangan lengkap dapat di download di Profil Pahlawan Nasional 2015

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

SANTIAJI KARAKTER BANGSA (PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS KESETIAKAWANAN SOSIAL DI SUKABUMI – JAWA BARAT DAN SERANG-BANTEN)

_DSC0127

Kegiatan Peserta Santiaji Karakter Bangsa di Kelas

Tunas muda merupakan salah satu aset bangsa yang sangat berharga. Bakat-bakat yang luar biasa dan pikiran yang penuh dengan kreatifitas sangat berpotensi untuk membangun perubahan bangsa menjadi lebih baik. Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial melalui kegiatan Santiaji Karakter Bangsa berusaha untuk menanamkan nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial dalam bingkai wawasan kebangsaan, maksud kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan mengingatkan kembali proses pembentukan NKRI dan semangat yang melingkupinya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi, yaitu di Pondok Asri Hotel Selabintana, Jl. Selabintana KM. 7 Sukabumi Jawa Barat dan di Kabupaten Serangi, yaitu di Villa Marina Anyer, KM. 20 Desa Cikoneng, Kabupaten Serang – Provinsi Banten. Kegiatan Santiaji Karakter Bangsa ini masing-masing diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari 5 desa yang berbeda. Materi kegiatan ini antara lain tentang tonggak sejarah bangsa Indonesia, Revolusi Mental Karakter Bangsa, Perspektif Kesetiakawanan Sosial, Skill Membentuk Kepekaan Sosial untuk Kewaspadaan Nasional dan dilanjutkan dengan materi penanaman nilai kebangsaan melalui media pembelajaran dalam dan luar kelas.

Pembelajaran dalam kelas dimaksudkan sebagai pondasi dasar pengetahuan generasi muda dalam membentuk kerangka berfikir tentang nilai-nilai dan karakter bangsa. Pemahaman tersebut kemudian di simulasikan melalui permainan lapangan yang membentuk kerjasama, kekompakan, tanggung jawab, kepedulian, dan rasa saling percaya.Pengkondisian 2 metode ini untuk membawa proses pembentukan perasaan yang sama, proses dialog untuk menyelesaikan masalah. Proses pembentukan komitmen berjalan seiring proses pembelajaran. Proses yang terjadi kemudian dikembangkan melalui serangkaian diskusi untuk membuka kesadaran akan potensi peran yang dapat dilakukan oleh peserta sebagai individu maupun sebagai jaringan.

IMG_20150822_091638

Kegiatan Peserta Santiaji Karakter Bangsa di Luar Kelas

Generasi muda dibekali keterampilan untuk menggali nilai-nilai dasar pembentuk paham kebangsaan (nasionalisme). Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa esensi dari nilai kepahlawanan adalah pengorbanan, keperintisan adalah patriotrisme – militansi, dan  kesetiakawanan sosial adalah kepekaan (sense of). Melalui serangkaian pola pembelajaran, generasi muda dibawa untuk menyadari bahwa esensi nilai ini yang kemudian dikembangkan dari perasaan yang bersifat individual menjadi perasaan komunal (terjadi kohesi sosial). Nilai inilah yang ditransformasikan menjadi karakter bangsa Indonesia. Semangat ini kemudian didorong ke arah semangat pembaharu akan perubahan yang lebih baik. Pada akhir kegiatan, pengetahuan akan semangat perubahan diaplikasikan pada suatu rencana kerja.

Rencana kerja ini merupakan pengembangan dari  Metode Participatory Assesment dan Kertas Kerja. Kedua metode tersebut digabungkan sehingga menjadi sebuah rencana kerja yang disesuaikan dengan masalah yang ada disetiap desa. Peserta dikelompokan dalam masing-masing desa, kemudian mendiskusikan masalah, faktor penyebab, hingga langkah pemecahan masalah. Kemudian perwakilan dari setiap desa menganalisis hasil kerja desa lain. Dengan demikian, diharapkan akan muncul suatu kesadaran tentang masalah dan cara mengatasinya. Efek turunan dari kegiatan tersebut adalah munculnya kekrtitisan mengenai langkah nyata untuk menjadi individu yang solutif, yaitu munculnya generasi muda yang tidak hanya mampu mengkritisi namun juga mampu memberikan solusi dalam sebuah langkah nyata yang pasti di wilayah Sukabumi – Jawa Barat dan di Serang-Banten.

Salam Kesetiakawanan Sosial.

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone