Pengukuhan Dewan Pengurus dan Penasehat Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI)

IMG_4839

Bapak Menteri Sosial RI berfoto bersama Dewan Pengurus dan Penasehat IKPNI Tahun 2013-2018

Senin, 18 Agustus 2014 bertempat di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI, Menteri Sosial RI Bapak Salim Segaf Al Jufri mengukuhkan Dewan Pengurus dan Penasehat Ikatan Keluarga Pahlwan Nasional Indonesia (IKPNI) Masa Bhakti Tahun 2013-2018.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh anggota IKPNI juga dihadiri oleh para pejabat Kementerian Sosial RI, Perwakilan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Perwakilan Kepala Pusat Sejarah (Kapus) TNI, para sejarawan dan berbagai pihak terkait.

IKPNI sendiri sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1974 yang dipelopori oleh para isteri Pahlawan Nasional Indonesia dengan maksud untuk membangun tali silaturahmi antar keluarga Pahlawan Nasional. Selain itu IKPNI juga memberikan perhatian kepada sesama keluarga Pahlawan Nasional terutama yang terkait kesejahtreraan hidupnya.

Seiring perjalanan waktu sebagai tanggungjawab moral kepada bangsa dan negara, maka kiprah IKPNI dikembangkan oleh putera puteri dan cucu Pahlawan Nasional Indonesia untuk terlibat dalam melestarikan nilai-nilai kejuangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal tersebut telah di amanatkan dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Pasal 34 bahwa ahli waris penerima gelar berkewajiban untuk menumbuhkan dan membina semangat kepahlawanan. Sehingga dalam hal ini IKPNI merupakan mitra kerja Kementerian Sosial RI sebagai jaringan kelembagaan untuk internalisasi Nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial.

Dengan dikukuhkannya Dewan Pengurus IKPNI periode 2013-2018 Bapak Menteri Sosial berharap eksistensi IKPNI menjadi semakin kuat, mandiri dan terus terlibat dalam berbagai kegiatan secara nasional. Selain itu IKPNI juga diharapkan tidak hanya menjadi wadah paguyuban keluarga pahlawan secara eksklusif untuk bernostalgia tetapi harus selalu terbuka dan berperan aktif dalam gerak langkah pembangunan yang lebih nyata bersama-sama unsur lainnya.

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone

Tentang K2KS

Perjuangan dalam mencapai kemerdekaan, mempertahankan dan mengisinya melahirkan warga negara yang berjasa besar terhadap bangsa dan negara Indonesia. sebagai bangsa besar memiliki kebijakan untuk memberikan pengakuan, penghormatan dan perlakuan atas jasa-jasa mereka melalui mekanisme yang diatur dalam UU No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Direktorat K2KS mengemban amanah ini dan menuangkan kerangka fikir program dalam struktur kegiatan sebagai berikut : kegiatan seleksi, dan pengkajian warga negara yang berjasa luar biasa, pengakuan dan penganugerahan, diberikan haknya melalui bantuan sosial sebagai wujud penghargaan kepada keluarganya, dirawat dan dijaga makamnya, kemudian nilai, semangat dan konsepsi perjuangan mereka dilestarikan dan diteruskan pada generasi muda kini dan mendatang.

Kondisi pada saat ini, bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada permasalahan kerenggangan kohesi sosial yang berpotensi mengerucut pada masalah disintegrasi. Program Dit. K2KS disesuaikan dengan kondisi dan tantangan (kontemporer) masyarakat kekinian, yaitu membangun ingatan kolektif dan membangun kesadaran berbangsa dengan konsepsi nilai-nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial ( konsepsi nilai K2KS adalah satu kesatuan yang tidak terpisah satu sama lain karena esensi dari kepahlawanan adalah pengorbanan, esensi dari keperintisan adalah militansi, esensi dari kesetiakawanan sosial adalah kepekaan ), melalui berbagai program dan kegiatannya, seperti : proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional dan Perintis Kemerdekaan, pemberian bantuan sosial bulanan, bantuan kesehatan, bantuan perbaikan rumah/ bantuan perumahan  kepada  keluarga  Pahlawan  Nasional dan Perintis Kemerdekaan, pemeliharaan Taman Makam Pahlawan Nasional (TMP)/ Makam Pahlawan Nasional (MPN), maupun pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial seperti rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional.

Share Ke ...Share on Google+Tweet about this on TwitterShare on FacebookPin on PinterestPrint this pageEmail this to someone
Page 8 of 8« First...45678